Selasa, 02 Oktober 2012

Our Story

Insomnia

Satu, dua, tiga, empat, haah insomnia, ga bisa tidur, ga tau mau ngapain, mau nulis apa juga ga tau, hemmm tapi okelah, malam mini aku cuma mau nulis sepenggal episode ga jelas dengan sahabat lamaku, Annisa, tulisan ini ga jelas, sungguh-sungguh ga jelas, dari judulnya saja udah ga jelas gitu ^___^

The Story…..


Lembayung sempurna menyapu langit, bak permadani oranye berornamen awan yang tersapu tipis tak terlalu kentara, dengan selimut magis cahaya temaram matahari yang mulai kemerahan, sore ini begitu sempurna. Aku tau, anak misterius itu selalu perhitungan dalam menentukan waktu yang tepat sebelum berkencan,- ehm well tentunya bukan berkencan denganku, tapi dengan sahabatku, Annisa.

Sore ini seperti biasa, Nissa, begitu aku memanggil sahabatku, dia berceloteh dengan sangat ceria dan luar biasa gembira tentang pacar tersayangnya itu, sorot matanya benar-benar memetakan kebahagiaan yang dahsyat. “Kau tau? Kemarin dia meletakkan bola kristal musik tepat didepan pintu rumahku” tersenyum, membenahi ujung poninya yang sedikit keluar dari jilbab “ehm, yah, meskipun tidak secara langsung, dia hanya mengirimiku sms, menyuruhku keluar, dan ternyata aku menemukan sebuah …..” blah blah blah , yah cerita semacam itulah, bola kristal, sepasang boneka pengantin Hello Kitty, tiga batang cokelat, dll, well  dalam hati aku hanya dapat berkomentar, mereka memang seperti pasangan drama dalam nyata.

Dan sore ini tergolong sore yang lumayan langka karena aku bisa bersamanya, lebih tepatnya sore yang lumayan lama tidak peernah kulewatkan bersama Nissa sejak dua tahun ini, sejak dia mulai berpacaran dengan cowoknya itu, akhirnya aku bisa menemaninya lagi. Semua masih sama, cara dia bercerita, intonasinya, tutur bahasanya, bahkan ekspresinya yang total ceria masih sama seperti awal mereka jadian ( hmmh atau malah lebih heboh dan mendramatisir :D ), semua yang Nissa tuturkan padaku, seakan berbanding terbalik dengan apa yang orang bilang tentang rumor pacaran yang “halah, yang namanya pacaran itu manisnya cuma di awal doang, semakin ke belakang mah makin sepah”  itu sama sekali tidak menerjang mereka, yah aku sangat senang dan turut bersyukur jika memang itu tidak terjadi dan tidak berlaku pada hubungan mereka, karena aku tahu, sahabatku ini adalah orang yang sangat lembut hatinya, so I hope their love lasts and never dies.

Nahhhh, lohh ??? ga jelas kannn ???
Ditulis berdasarkan permintaan “cowok Annisa (nama asli tersamarkan :D)”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar